FF/REMEMBER/02

Title      : /Remember/01/

Genre   : Apa ajalah suka2

Author  : Song Hae Yoo

Length  : Sequel

Rating : General

Main Cast : Han Yun Ji

Kim Kibum

Support Cast : Other SHINee Member

Park Sun Young

E.t.c

A.N : Mian kalo istilah2 disini pasaran. Karena sejujurnya aku tak sanggup *halah, apadeh* sejujurnya, istilah2nya kubrowsing di i-net XPP

 

~ Kibum POV ~

“Waw, Kibum apa ini?!” tanyanya dengan mata berkilau “I … ini?” tanyanya tak percaya

“Ne~ Aku masih menyimpannya, apa ini masih berlaku?” kubalikkan pertanyaannya dengan nada sedikit berharap, kulihat perubahan di wajahnya “sepertinya tidak ya?” gumamku pelan, namun masih dapat dijangkau oleh pendengarannya.

“Mianhae~ Jeongmal mianhae, bukannya aku tak mau, namun aku masih menunggu sesuatu. Ah, anio~ Seseorang… Dan kurasa dia bisa sedih kalau mengetahui ini!” serunya namun terus menatap benda yang digenggamnya

“Aigoo~ YunJi pabo!!! Apa kau kira aku akan meminta yang aneh-aneh huh?? Sudahlah! Aku bukan seorang Kibum yang meninggalkanmu 9 tahun silam, lagian di situ tidak tertulis tanggal berakhirnya,” seruku getir… Kumohon, kumohon … Berilah aku 1 kesempatan lagi, berikan aku pilihan untuk menebus kesalahan terbesarku, kumohon “Jebal!” rengekku akhirnya,

“Huum… Arra, arraseo~ Tapi hanya sekali ini saja ya” serunya sambil menunjuk ‘TIKET SPESIAL YUNJI’ yang digenggamnya “Kau mau apa ?”

“Hum,” sahutku berpura-pura berpikir keras, seandainya aku tak mengingat namjachingunya itu, aku pasti akan memaksanya untuk menjadi yeojachinguku sekarang! “Aku mau kau memelukku seperti dulu, dan menemaniku hari ini dengan senyumanmu seperti dulu!!” putusku

“Mwo? Memangnya, aku yang sekarang kenapa?” tanyanya bingung

“Kau yang sekarang…” kata-kataku terputus, karena bianglala yang kami naiki sudah kembali ke bawah, dan meminta kami turun “Kau yang sekarang itu …uu” ulangku

“Wae? Aish! Cepatlah Kibum-aa!!”

“Kau yang sekarang itu….” aku melirik ke arahnya, “Seperti mayat hidup yang cerewet!!!” seruku segera berlari, kudengar umpatan-umpatan kecil saat aku mengucapkan tadi, dan bisa kupastikan bahwa dia sedang mengejarku juga

~ Kibum POV End ~

~ Yun Ji POV ~

Aish! Kibum!! Jinjja!! Dia mencari ‘maut’ rupanya … Aku terus mengejarnya, di mana dia??!

Aku terus berlari, kulihat jam tanganku kini menunjukan pukul 9 malam, sebentar lagi taman bermain ini akan tutup, tapi sampai sekarang aku belum menemukan sosok Kibum.

“Kibum…” seruku pelan, namun terus berlari sambil sesekali mengedar pandangan

Di mana? Di mana kau bersembunyi Kibum?! Apa kau pergi lagi?? Tanpa kusadari air mataku menetes. Kulihat kertas yang kugenggam erat sejak di bianglala tadi

“Pabo… hiks, kalau begini aku tak akan memberimu ini” seruku lalu membuang kertas-kertas itu.

Kibum. Kibum. Kibum. Temukan Kibum!!
Suara-suara itu terus berdengung di kepalaku. Diam. Diam… Diam!!!! Aku memukul kepalaku keras-keras dan menutup telingaku rapat-rapat

Temukan KIBUM!!! TEMUKAN!!!!
Aku terduduk lemas, sudah 1 jam lebih aku mencari Kibum, namun dia tak ku temukan juga …

“Yaa! Han Yun Ji! Mencariku?”

Suara menyebalkan itu! Aku segera berbalik dan mendapati sesosok namja yang sedang bersandar di lampu jalan, dan menyunggingkan senyum kemenangan

“Ya! Kim Kibum PABOOOO!!! Aku tak akan memaafkanmu!!!!!” seruku lalu memukulnya keras, “Pabo! PABO! PABOOO!!!!! Kau benar-benar ingin membuatku gila, huh?!!!” teriakku, bagaimana bisa dia melakukan itu kepadaku yang kedua kalinya??

“Aduh, Yun Ji, sakit. Mianhae~” serunya “Apa kau mengingat ‘itu’ lagi? Mianhae~” serunya sambil memegang kedua bahuku

“Sudahlah, aku malas membicarakannya, ayo pulang” jawabku ketus lalu meminggalkannya

“Tunggu” serunya lagi, lalu menarik tanganku, Chuu~ dia mencium pipi kiriku “Saengil chukkahamnida Han Yun Ji!!”

“Aish!! Mencari kesempatan saja!!!” kataku lalu memukul tangannya

***

Hoaaammm~ untung hari ini aku libur, jadi bisa bangun lebih siang, aku berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi,

“Huaaaah, segarnya! Adu…duh…duh, lapar~            Kemarin belum makan sih!” seruku pada diriku sendiri, Akhirnya setelah selesai menyisir rambut aku turun ke dapur untuk makan. “Ahjumma!! Aku makan duluan ya!” tanpa menunggu jawaban, aku mengambil mangkuk untuk mengisi sop ayam, nasi, dan sumpit lalu kembali ke kamarku

“Ya! Yun Ji! Kemari sebentar!!”

“Ne?”

“Ini… Ada kiriman dari… C…ch…choi….m”

“Ah! Gamsahamnida ahjumma, itu pasti dari saudaraku. Bisa kuambil sekarang?” tanyaku sambil menunjuk benda yang cukup besar terbungkus rapi dengan pita warna lavender.

“Ah, ne!”

@@@@@

For my beloved Yun Ji

Semoga kamu suka sama kado dari aku,

Kupikir aku bisa melihatmu memakai ini saat ulangtahunmu

Ternyata kau tak ku temukan, haha

Semoga tak ada yang berubah di antara kita.

Kapan kita bertemu?

                                                             -Minho-

 

Aku tertawa pelan saat membaca pesannya, menyebalkan! Kalau saja aku tak bersama Kibum, mungkin aku kembali kepada keadaan 7 tahun yang lalu.

Aku menatap kado darinya, sebuah dress malam panjang dengan warna kesukaanku, ungu. KLEK. Sesuatu terjatuh saat aku mengangkat dress malam itu, kalung? Wah, indah sekali.

Kalungnya indah sekali, ada 2 buah bintang yang bertautan (mirip kalung yang di yunhanam) dan di dalamnya ada foto Minho yang memegang 20 tangkai mawar merah, oh God! Sejak kapan Minho menjadi seromantis ini? Aku segera memakai kalung itu, ‘Indah sekali. Tapi, kalau kupakai dan kubawa ke kampus, rasanya terlalu mencolok’ aku segera melepas kalung tersebut dan memasukkannya kembali ke kotak, begitu juga dengan dress itu, aaah~ ternyata Minho hanya sedikit berubah, hehehe

~Yunji POV End~

***

~Key POV~

“Ya! Yunji!!” panggilku saat melihat sosok yang kukenali. “Mian…hosh hosh, mianhae atas yang kemarin, I geo~” seruku sambil memberikan kotak kecil berwarna ungu pucat di tangannya

“I geo mwoya?”

“Buka saja” kataku, dapat kulihat matanya yang berbinar saat membuka kotak pemberianku, “walaupun telat dan sudah kuberikan kado, aku ingin memberi yang lain”

“Wuah, gamsahamnida kibum-aa, tapi…” dia menatapku “mengapa harus bintang?” tanyanya membuatku sedikit bingung,

“Apa maksudmu dengan ‘mengapa harus bintang’ ?”

“A… anio, hehehe… Ah kamsahamnida Kibum. Akan ku gunakan nanti.” Jawabnya membuatku melengos. Nanti? Mengapa harus nanti?

“Mengapa harus nanti Yunji?” tanyaku sambil menaikkan sebelah alisku.

“Eum, hemm… Kan tidak boleh memakai perhiasan di sekolah. Jadi nanti.” Katanya sambil memasukkan kalung itu lagi ke dalam kotaknya “Gamsahamnidaa… Annyeonghi gaseyo” katanya lalu berlari kecil

***

“Hahaha… Seorang ‘kunci’ tidak bisa membuka ‘gembok’nya. Menyedihkan sekali… Hahaha” itulah tanggapan Jonghyun saat aku menceritakan apa yang terjadi hari ini.

“Ya! Kim Jonghyun! Aku memintamu untuk mendengarkan ceritaku, dan memberiku SOLUSI!! Bukan menghinaku!!” ujarku geram.

“Hahaha, mianhae… Tapi apa yang harus kukatakan? Dia sudah memiliki ‘kunci’ hatinya sendiri. Lagipula, kurasa kau tak bisa menduplikat-kan ‘kunci’ itu.”

“Aigoo~ Jangan terus-terusan berbicara tentang ‘kunci’!! Jangan berbelit-belit! To the point!!”

Dia menghela nafasnya sebentar lalu berkata lagi “Kau itu bodoh! Dia-sudah-memiliki-kekasih-dan-dia-serius kepada-kekasihnya” kata eh bukan eja Jonghyun dengan nada sedikit menghina. Aku memberenggut, apa benar? Dan siapa?!

“Hyung? Sedang apa kalian di sini?” tanya Minho yang hanya berbalut mantel mandinya #kkkk~ ^^#, dia menatap kami bingung sambil menggosok-gosok rambutnya pelan.

“Ya! Minho, rambutmu masih basah. Jangan keluar dulu. Seharusnya kau mengeringkan tubuhmu dengan benar!” ujarku marah saat lantai yang basah akibat rambutnya. Dia hanya tersenyum lebar! Dasar!!

“Hyung, aku mau berbicara denganmu. Bisakah?” dia menatap Jonghyun “kita berbicara empat mata?”

Jonghyun yang mengerti maksud Minhopun keluar, Minho duduk disebelahku–di tempat Jonghyun tadi. “Siapa yeoja yang waktu itu kau temui?” tanyanya, aku memutar mataku. Mencoba mengerti maksudnya “Aish~ Universitasku sekarang!” serunya lagi. Aku menepuk dahiku. Maksudnya Yunji. Apa dia menyukai Yunji?

“Waeyo?”

“Hanya ingin tahu, hyung~” aku mendesah pelan, sekarang dia mengeluarkan aegyo-nya… Menyebalkan. Inilah resiko berteman dengan model, susah menolak. Tapi, tapi aku tidak rela dia mengenal Yunji! Tidak rela…

“Namanya…” siapa? Siapa namanya? “Eum… Namanya, tanyakan saja sendiri.”

“Ya! Hyung, jeball~~~~”

“Ah! Arasseo. Namanya, namanya… Kim… Kim… Kim Phil Suk” seruku asal #spesial thanks for Firdha, ^^#

“Mwo? Kim Phil Suk?”

“Ne~”

~Key POV End~

***

~Minho POV~

 

Hah? Jadi… Itu benar-benar namanya? Itu namanya?”

==> FlashBack <==

Hari ini aku kembali ketempat kenanganku dengan, hem… dengan siapa??Jangan ditanya… Aku tak bisa mengingat mukanya dengan jelas…

Ah! Seandainya… Seandainya aku tidak mengalami kecelakaan saat sedang berlatih! Sekarang aku pasti sedang bermesraan dengannya.

“Siapa di sana?” tanya sebuah suara yang ‘sedikit’ familiar dengan telingaku.

“Mmm? Nuguseyo? Tanyaku balik, aku menatapnya yang balas menatapku terkejut. Ada apa ini?

“A… ah… Apa maksudnya?’ tanyanya linglung

“Kau siapa?” kataku lagi, aku memperhatikan mukanya dengan seksama, seperti ada yang berkilauan di wajahnya. Hum? Dia menangis? Tanpa kusadari tanganku mengelus pipinya pelan–menghapus air matanya sambil berkata “Uljima…” dia tersentak lalu menepis tanganku,

“Jangan sentuh aku! Jangan sentuh!!!” teriaknya, aku terkejut, ada apa dengannya?

“Waeyo? Mianhae.” Kataku singkat “Siapa namamu? Kau sekelas denganku kan?” kataku saat memperhatikan wajahnya, benar! Dia kan yang dari tadi mencuri pandang denganku.

“Eum… Ne” katanya, sepertinya dia gugup. Hahaha, lucu sekali mukanya yang sedang gugup. Aha! Sepertinya aku ingin sedikit mengerjainya. Aku memegang tangannya erat,

“Siapa namamu? Sampai sekarang aku tidak tahu.” Kataku, dia menunduk, kuangkat sedikit dahunya agar mata kami bisa saling bertatapan, hahaha! Mukanya benar-benar merah padam! #aish~ nappeun minho >.<#

“A… aku…” katanya terputus-putus, aku mendekatkan wajahku dan mengeluarkan senjataku selama ini, senyum mempesona #plak# Tiba-tiba dia memejamkan matanya, bibirnya sedikit bergetar, aku tertawa dalam diam, kujauhkan wajahku lalu sesegera mungkin menarik tanganku

“Huaaahahahaha… HAHAHAHAHAHAHA… Kenapa… Hahahaha… kau menutup matamu?” kataku sambil menekan telapak tangan kiriku di mulut, untuk meredam tawaku. Kulihat wajahnya yang makin memerah karena malu. Dia mengerucutkan bibirnya lalu segera bangkit, aku menariknya… “Ya! Mianhae, habisnya kau tiba-tiba menutup matamu” kataku senormal mungkin

“Namaku,” dia memandangku gelisah. Ada apa? “Namaku Kim Phil Suk #kesamaan yang aneh =.=”. Aku memandangnya geli–lagi–namanya sedikit… “Aneh bukan? Jadi jangan tanyakan sesuatu lagi.” Dia melepaskan tanganku dengan kasar dan segera berlari meninggalkanku

==> FlashBack End <==

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Kenapa buku ini hanya menyimpan tulisan-tulisan tanpa fhoto atau apapun yang membuatku mengingat ‘yeojachingu’ku!!

“Arrghhhh… Menyebalkan sekali kenapa mukamu masih belum bisa kuingat!!!!!!” aku mengepalkan tanganku kuat, ottokkhe?

Sepertinya aku harus pergi ke tempat itu lagi. Semoga kenanganku bertambah #plak. Sesegera mungkin aku mengambil kunci motor dan jaket kulit kesayanganku

“Hyung! Ke sana lagi?” tanya Taemin sambil mengerucutkan bibirnya

“Ne. Mianhae Taemin, besok saja yah mainnya” jawabku sambil mengusap kepalanya

“Ya sudah, aku ikut!” dia beranjak dari tempat duduknya, namun terhenti lagi, saat sebuah suara menggelegar berasal dari kamar kami. “Sudah maLAAAAAAAAAMMMM!!!” teriak Key hyung yang melunturkan niat Taemin, aku meringis dan segera keluar #dasar nakal! Kkk~#

***

“Kau lagi?” tanyaku saat mendapati Phil Suk di tempat kenanganku.

“Kau lagi?” tanyanya balik lalu beranjak dari tempat duduknya. Aku memberenggut kesal. Kenapa dia tidak pernah menjawab pertanyaanku langsung sih?
“Kenapa kau selalu berputar-putar, huh? Sedang apa kau di sini?” tanyaku ketus.

“Aku sedang ingin sendiri. Dan kau selalu mengusikku” jawabnya tak kalah ketus.

“Ya! Kenapa kau malah memarahiku? Sudahlah! Geser sedikit sana!” kataku sambil mendorongnya, dia mengucapkan sedikit sumpah serapah lalu menggeser sedikit. Benar-benar sedikit! “Apa menurutmu aku bisa duduk dengan tempat sedikit itu?” dengusku lalu mendorongnya sampai terjengkang. Hahaha… Aku tertawa, dasar bodoh. Tak ada yang bisa melawanku.

“Aphayooo!!!!” teriaknya, “Ya! Jinjja!! CHOI MINHOOOO NEO MICHEOSEOOOO!!!!” teriaknya sambil memukul-mukul kepalaku,

“Aish! Mian… Mian… Mianhae Phil Suk, mianhae….” teriakku sambil mencoba menghindari pukulan-pukulannya

“Pabooooo!!! Dasar paboooo!!!!” katanya lalu mendengus kasar. Aku tersenyum, mukanya kembali merah.

“Ya! Badut!!” kataku padanya, dia menggumam

“Eh, mwo? Badut?? Apa maksudmu?” dia menatapku sambil mengembungkan kedua pipinya, benar-benar mirip dengan badut sekarang. Hahahahaa

“Kau itu udang! Lihat mukamu sudah merah padam. Dan pipimu! Aigoo~ Kau ini namja atau yeoja sih? Hahahaha”

Dia mengerucutkan bibirnya lagi, aku tertawa lebih keras, jinjja! Kenapa dia terus-terusan, membuatku tertawa seperti ini huh?

“Sudah! Jangan tertawa lagi! Bisa-bisa kotak suaramu putus!” katanya, hah? Apa maksudnya? Sepertinya aku pernah mendengar kalimat itu.

“Whahahaha… Kau … Kau juga suka menonton Spongebob Squarpants?” tanyaku tak percaya, masih ada yang suka menonton kartun seperti itu saat berumur 20 tahun?

“Iya, aku menyukainya. Ha… Ha… Ha…” dia mendengus lagi. Aku terdiam, sepertinya dia benar–benar marah.

“Mianhae. Mianhae. Ne?” aku kembali menunjukkan senyumku. Semoga dia bisa tersenyum karena senyumanku. Dia melirikku, lalu kembali memalingkan mukanya, telinganya memerah. Haha… Seandainya gigi serta matanya juga memerah pasti aku berlari terbirit-birit. “Phil Suk…”

~Minho POV End~
Yun Ji memalingkan wajahnya. Minho memanggilnya.. Ia tau itu, tapi itu bukan namanya. Ini hanya sebuah ketidak sengajaan. Dimana Key dan dia menyebut nama aneh yang sama. Itu saja, namun ternyata itu membawa pengaruh yang besar kepada Minho.

“Ya, Phil Suk-ssi, aku hanya bercanda. Jangan marah, eoh?” kata Minho dengan nada memelas. Yun Ji akhirnya luluh dan menatapnya, ‘Minho.. seandainya aku memiliki kekuatan untuk memutar waktu. Ingin kuhentikan waktu dimana kita bersama. Agar kau tak melupakanku dan diam bersama denganku untuk selamanya’ batin Yun Ji sedih. Dia hanya menatap Minho nanar, tanpa berpikir, konsekuesi apa yang akan didapatnya dari permintaan konyolnya tadi.

“Aku ingin pulang” sahut Yun Ji akhirnya. Minho pun menganguk setuju lalu bangkit..

“Kuantar. Dan kau harus mau,” tambah Minho sebelum mendengar kalimat penolakan Yun Ji.

YunJi hanya menggeleng lemah sambil tersenyum

‘Oh God, Minho! Remember me!’ (I’m da da da danger, pinocchio, remember #PLAK) teriak Yun Ji dalam hati sebelum menyusul Minho dan motor ninjanya.

 

 

 

~T.B.C~

One thought on “FF/REMEMBER/02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s