FF/REMEMBER/03

Title      : /Remember/03/

Genre   : Apa ajalah suka2

Author  : Song Hae Yoo

Length  : Sequel

Rating : General

 

Main Cast : Han Yun Ji

Kim Kibum

Support Cast : Other SHINee Member

Park Sun Young

E.t.c

A.N : Mian kalo istilah2 disini pasaran. Karena sejujurnya aku tak sanggup *halah, apadeh* sejujurnya, istilah2nya kubrowsing di i-net XPP

 

~~~

“Dari awal, mungkin aku harus menghilangkanmu. Dari awal, dari awal…”

***

~YunJi POV~

Entah mengapa hari ini, Yun Ji bangun sangat pagi. Dia bahkan sempat membeli keperluannya perbulan dan membuat sarapan serta bekalnya nanti.

‘Ada apa ya? Perasaanku tidak enak’ batin Yun Ji, dia menggosong tengkuknya sebentar, tiba-tiba terdengar suara klakson yang membuatnya hampir meloncat.

“Ya!!” teriak YunJi saat mengetahui siapa yang datang

“YunJi annyeeeeeeeoonggg~~! Ayo cepat naik! Palliwaaaa..” Sunyoung sambil melambai-lambaikan tangannya dari jok belakang.

“Ne, nona silahkan naik…” ucap seorang namja sambil menatapnya lekat, seolah-olah ingin menariknya ke dalam sebuah lubang yang gelap

“Yaaaaa~ YunJi-aahh” rengek Sunyoung, yang akhirnya memaksa YunJi untuk masuk ke dalam mobil ‘namja’ itu

=Flash Back=

“Mian, apa aku membawa motor terlalu kencang?” Tanya Minho yang hanya disusul oleh anggukan kepalaku.

“Sangat! Kau tak lihat rambutku berantakan? Uuh…” sungutku sambil menyisir jari –iklan dong ==”-

“Haha… Mian PhilSuk-ah,aku”

“Jangan panggil aku PhilSuk!!” teriakku kesal, namun aku baru ingat kalau itu memang namaku, “m..mak…maksudku, pa..panggil aku..”

Drrttt… Drrtt….

“Yeoboseyo? Ne..? Ah, ne, ne hyung… Arachi.” Minho memasukan handphonenya “Mian PhilSuk, aku harus pulang sekarang.”

“Ah… N..ne, gomawo sudah mengantarku, annyeong …”

=FlashBack Off=

“YunJi??”

“Eh..Ne?” tanyaku gugup karena tertangkap basah lagi oleh Key sedang melamun,

“Kau sudah 3 kali mencuekkanku!” sungutnya “kau kenapa sih?”

“A…aah? Anio, anio… Aku tidak apa-apa” aku menggelengkan kepalaku keras, kulihat ‘namja’ itu menatapku sinis…

Deg! Deg! Deg!

‘Dari awal… Seharusnya aku melenyapkanmu… Dari awal seharusnya aku melakukan itu. Dari awal… Hhhh.. Hhhh’

Deg! Apa itu?
Apa yang kurasakan barusan tadi? Seolah-olah berusaha mencekikku saja… Omo! Haelmonie, bantu aku..! Jebaal!!

“A,a,aku, aku pulang dulu Key”

***

~Author POV~

Setelah ketakutannya kepada ‘namja’ itu, YunJi memutuskan untuk kembali ke rumah ibunya..

Biiiipp Biiippp

“YunJi!! Ireonna…! Temanmu datang…” teriak umma YunJi dari luar, YunJi menggaruk-garuk rambutnya, lalu bangkit berdiri… “Palliwaaa!!

“Ne!!!!!” teriak YunJi kesal, saat dia melewati kamar neneknya

‘Dari awal… Seharusnya aku melenyapkanmu… Dari awal seharusnya aku melakukan itu. Dari awal… Hhhh.. Hhhh’

Deg! Deg! Deg!

YunJi menatap kamar neneknya, rasa takut mulai menyelinap dihatinya lagi.. Dengan ragu YunJi membuka kamar neneknya pelan, dilihatnya amplop warna merah di atas meja yang berisi tumpukan buku-buku lama.

“I go mwoya?” YunJi mengambil buku paling atas, “Uhuk..uhukk… Aish! Kenapa umma tidak pernah membersihkan kamar ini sih!!” sungutnya kesal, dia menghapus debu yang menutupi buku itu, YunJi menyatukan alisnya, ‘buku apa ini?’ YunJi menatap buku itu heran, di depannya tertulis ‘Jangan dibuka!! Sangat berbahaya’

“Sejak kapan nenek menyimpan buku seperti ini?” Tanya YunJi,

“YunJi! Ternyata kau di sini. Itu temanmu datang…” seru umma YunJi tiba-tiba, “eh? Sedang apa kau disini huh?”

“Eh…u..m.maa? Emmm, hanya iseng. Hajiman? Tadi ada temanku kah? Aaah, ayo kita pergi kalau gitu, palli,paliiwaa~” bujuk YunJi

***

~YunJi POV~

Sraakk… Eh? Bunyi apa itu??

“Umma, kau kah itu?” tanyaku sambil berjalan menuju dapur.

‘Dari awal… Seharusnya aku melenyapkanmu… Dari awal seharusnya aku melakukan itu. Dari awal… Hhhh.. Hhhh’ “AAH! Lagi-lagi suara itu!! Siapa kau hah??! Kenapa kau terus menggangguku?!!” teriakku frustasi, aku memandang waswas, tiba-tiba ada sesosok yeoja yang menatapku tajam “Nu…nu..nuguyaa?!” tanyaku ragu, kenapa pandangannya tajam sekali. Membuatku gemetar. Dia tidak menjawab pertanyaanku, melainkan terus berjalan mendekatiku. Aku membelalak saat mengetahui apa yang mengkilat ditangannya, sebuah pisau!

‘Kau ingin tau aku siapa? Apa kau ingin tau? Aku, aku adalah…’ BYUUR

“YunJi!! Ireonna! Kenapa akhir-akhir ini kau sulit sekali dibangunkan huh? Makanya sudah umma bilang jangan membaca sampai larut” Teriak umma sambil membereskan embernya, aku hanya memberenggut sebentar, karena perhatianku kini terarah sepenuhnya kepada buku yang kupegang erat. Bukannya buku ini sudah kutaruh diatas meja? Kenapa masih ada di sini??
“Cepat mandi. Hari ini kau kuliah kan?” seru umma lagi, aku hanya mengangguk dan beranjak dari kasurku.

***
“AAAAAAAAAAAAARGGG!!” teriakku saat menyadari ada sesuatu yang berbeda. Biasanya aku melipat pakaianku di atas kloset, namun sekarang pakaianku didalam westafel dan dalam keadaan basah. “Umma!!!” teriakku, dirumah ini hanya ada appa, umma, dan aku. Appa sudah pergi kerja dari tadi pagi. Berarti hanya tinggal aku dan umma…

“Mwo?” teriaknya dari bawah,

“Kenapa kau menaruh pakaianku di westafel?? Pakaianku basah semuaa!” teriakku kesal,

“Mwo??! Enak saja, aku tidak menyentuh pakaianmu sama sekali!”

“Geotjimal!! Kan hanya kita berdua di…” ucapanku terputus saat melihat bayangan seorang yeoja yang menatapku tajam, yeoja yang ada dalam mimpiku! “n..n…neo?”

“Annyeong YunJi-ah…” serunya serak, “apa kabarmu?” dia tersenyum

“S..siapa kau?!” ujarku memberanikan diri.

“Naega? Aku adalah kau.. Dan kau? Apakah kau adalah aku?”

“Mwo? Apa maksudmu?” apakah yeoja ini gila? Jawaban macam apa itu? “AAAAAAAARGGHHH!!” teriakku saat menyadari dia sudah tepat didepanku dan menancapkan pisau tepat di hatinya.

“Kau harus mengingatku dongsaeng manis…” ucapnya lalu semuanya gelap

~ Author POV~

‘Ummaa~’

‘Ummaaaa~!!’

‘Diam! Kau akan membangunkan YunJi kalau kau terus berteriak! Karaa!’ teriak seorang wanita paruh baya lalu mengusir anak perempuannya keluar, Jung Soo Jung , atau Krystal adalah nama yeoja mungil itu. Matanya yang tajam serta sikapnya yang dingin, membuat warga sekitar memanggilnya demikian, namun dari dalam lubuk hatinya, dia hanyalah seorang yeoja biasa yang ingin bermanja dengan kedua orang tuanya.

‘Appa, lihat ini, ini…’

‘Nanti dulu ya Soojung-ah, appa mau melihat adikmu.’ Seru appanya sambil mengelus kepalanya dan beranjak menuju kamar adik barunya.

‘Onnie~~’

‘Aku mau main!’ seru onnienya ketus, lalu meninggalkannya sendiri. Krystal memberenggut. Dia menatap kertas yang digenggamnya sebentar lalu menyobeknya kecil-kecil

‘Aku benci kau’

-_-_-

‘Aku benci kau!’ seru Krystal geram kepada adiknya yang masih tertidur di dalam pelukannya, padahal kau tidak membawa keberuntungan. Semua orang tau itu, tapi tidak untuk mereka. Mereka selalu sayang padamu, dan akan kubuat mereka tidak sayang padamu’

-_-_-

Ini adalah hari ketiga Krystal berjalan, dan hari ketiga dia memukul adiknya agar berhenti menangis, tadinya Ia ingin membawa adiknya ke panti asuhan di dekat rumahnya, namun Ia takut ayahnya mencari dan menemukannya disana. Akhirnya setelah berpikir panjang, dia membawa adik kecilnya keluar kota.

‘Adik kecil, apa yang terjadi? Kenapa adikmu menangis terus?’ Tanya seorang ibu-ibu, saat melihat Krystal yang kesulitan mengurus adiknya.

‘Aku tidak tahu. Anak kurang ajar ini berisik sekali!’

‘Mungkin dia lapar. Ini aku ada susu kotak untuk kalian berdua…’ seru ibu-ibu itu sambil memberikan susu kotak ke Krystal,

‘Ahjumma, aku titip adik ini sebentar. Aku ingin buang air kecil.’

-_-_-

~ YunJi POV~

Bu…bukannya itu umma? Aku mencoba menyentuh umma, namun nihil. Aku tak dapat menyentuhnya. Aku berusaha menyentuhnya lagi, namun tiba-tiba tempatnya berubah lagi.

Pasti ulah yeoja michi tadi.

-_-_-

PLAAK

‘Kau kemanakan dia? Kau kemanakan adikmu?’ Tanya ibu Krystal saat melihat Krystal dari kejauhan. Sudah 3 hari Krystal pergi dari rumah, dan sudah 3 hari pula adik kecilnya tidak terlihat. Krystal mendongakkan kepalanya, berusaha menatap muka ibunya, dia tersenyum simpul saat melihat kecemasan yang tersirat di wajah ibunya lalu berkata

‘Aku menukarnya dengan dua kardus susu ini…’ serunya polos sambil menunjukkan dua kardus susu cair di tangan mungilnya. Ibunya yang sangat kesal, akhirnya menampar pipi sebelah kanannya

‘Anak kurang ajar! Kau menukar adikmu dengan susu?! Neon micheosseo?!!’

‘Umma! Jangan pukul Soojung! Ia pasti hanya bercanda. Ya kan Soojung?’ Tanya seorang yeoja yang beberapa tahun lebih tua dibanding Krystal, Krystal hanya tersenyum manis lalu berkata

‘Tidak. Aku sengaja’

-_-_-

Aku terbangun dan menyadari bahwa aku masih di kamar mandi. Sh**! Siapa yeoja michi itu? Aku hendak bangkit berdiri saat menyadari sebuah buku usang yang ada digenggamanku. Buku ini?

“YunJi!! Cepat nanti kau terlambat!” sentak umma membuatku terkejut sejenak, akhirnya dengan sedikit perasaan kesal aku bangkit berdiri dan merapikan rambutku, Namun saat aku sedang menatap cermin ada yeoja michi itu tersenyum kepadaku.

“Sebenarnya siapa kau?” tanyaku ragu, “Apa kau Krystal? Yeoja dalam mimpiku tadi?” tanyaku ragu. Dia hanya tersenyum

‘Hampir benar…’ sahutnya ragu lalu tersenyum ‘sedikit lagi…’

***

~Key POV~

“Hyung, memang sebenarnya YunJi kemana?” Tanya Minho, ini sudah ke… Sudah ke… Ahh, mollayeo, yang pasti kesekian kalinya.

“Nan mollayeo Minho… Nan mollayeo Choi-Min-Ho!!” ujarku geram, memang dia pikir aku siapanya YunJi sehingga dia menanyakannya terus kepadaku.

“Key,” panggil Jonghyun mengalihkan kekesalanku kepada Minho, dengan tatapan kesal aku menjawabnya “ada Jesicca mencarimu.”

‘Dari awal, mungkin aku harus menghilangkanmu. Dari awal, dari awal…’ Uugh! Kenapa perasaan itu muncul lagi? Aku menatap Jesicca, yeojachinguku. Sebenarnya kami baru jadian minggu lalu, namun aku sudah bosan dengannya *wah key parah!*

“Key, mau menemaniku hari ini?” Tanya Sicca sedikit parau. Aku menatapnya bingung, dari sorot matanya hanya kesedihan yang terpancar. Dan aku juga baru menyadari dia menggunakan kaos lengan panjang hitam dengan jeans senada. Ada apa dengannya? “aku ingin menemui adikku Key.” Ucapnya tiba-tiba membuatku bergidik, hanya mendengar kata adik, semua ceritanya saat pertama kali kami kenalan seolah berputar kembali di memori otakku.

“Baiklah. Tunggu di sini”

***

Sudah 1 jam aku berdiri di sini, ditemani i-pod-ku yang juga sudah memutar seluruh lagu di album SHINee*kan baru debut, hehehe* dan beberapa lagu Super Junior, Jesicca masih belum kembali.

“Kibum?” panggil sebuah suara. Dan aku tahu itu siapa, karena hanya dia yang memanggilku Kibum

“YunJi, waeyo?” Tanyaku sambil membuka salah satu headseat ku. Dia hanya tersenyum dan menggeleng

“Hanya mengunjungi Krystal…” DEG! Mwo? Meng… mengunjungi siapa katanya?

“Mwo? Nugu?”

“Ah… maksudku aku baru pergi ke makam seseorang, namanya Krystal.” Serunya, astaga! Apa maksudnya ini? Dia… dia mengenal Krys~

“Key? Kau berbicara dengan siapa?” Tanya Sicca dengan suara yang sedikit mindeng *??* dia pasti habis menangis lagi.

“Sicca, ini YunJi. YunJi ini Sicca.” Seruku sedikit kaku. Yeojachinguku bertemu dengan… Eum, cinta pertamaku?

“Eh? Bukankah kau Sooyeon? Jung Sooyeon?” Tanya YunJi cepat, tiba-tiba Jesicca membeku.

“D…da…dari mana?”

“Benar kan? Kau kakaknya Krystal kan?” Tanya YunJi lagi. Sungguh mengejutkan… darimana YunJi tahu semua itu? Aku ingin bertanya darimana YunJi mengetahui itu semua, namun sepertinya Jesicca berkata lain.

“Sooyeon ssi!”

“Sicca-ah!”

Teriakku dan YunJi bersamaan saat tubuh Jesicca lemas dan jatuh ke arah Key *Wew, bisa aja nyari tempat*

***

“Jong, bagaimana ini?” tanyaku namun Jonghyun hanya terseyum.

“Ternyata ramalan nenekku tepat. Ya sudah, Key sebaiknya kau jangan sekali-sekali dekat dengan YunJi atau membuat Jesicca terluka. Kau juga Minho!” serunya kepada Minho yang sedang asik bermain dengan Taemin. Minho hanya mengerutkan dahinya sebagai pertanda tidak mengerti.

“Hyung! Sepertinya kita harus beraksi malam ini.” Seru Jonghyun kepada Onew hyung. Onew hyung hanya menyeringai kecil dan berbisik ‘sudah lama aku tidak bertemu’

Ada apa dengan mereka?

***

~YunJi POV~

Hari ini aku berjalan-jalan ke perpustakaan, kemarin malam aku sudah membuka buku kuno itu, dan ternyata di dalamnya hanya ada tulisan-tulisan yang sudah memudar serta gambar-gambar aneh atau renik-renik tumbuhan.

‘YunJi, kau tau apa yang kumau’

Lagi-lagi suara itu, pasti Krystal… Apa yang dia mau? Aku mengambil tempat yang enak untuk duduk. Akhirnya aku memilih tempat yang paling ujung disebelah kumpulan buku-buku tua, mudah-mudahan tidak ada yang menggangguku.

‘Pada bulan purnama, dilahirkan seorang gadis dengan wajah yang pucat dan badan yang kaku seperti mayat, awalnya orang tua sang anak mengira anaknya sudah tidak ada. Namun tiba-tiba terdengar suara tawa khas bayi yang membuat mereka semua terkejut. Karena takut terjadi apa-apa, mereka memanggil orang pintar yang ada di sana. Ternyata, orang pintar itu berkata bahwa anak itu adalah anak dewa iblis, dan harus segera dimusnahkan dari bumi ini.’ Ini cerita? Tanyaku bingung sambil terus membaca

‘Suatu hari kakak dari ‘anak ini’ mengeluh, katanya anak ini mencakarnya. Sang ibu tidak percaya dan tidak mau percaya. Hingga akhirnya sang kakak marah dan membuang adiknya.’ Astaga! Kenapa aku merasakan de javu dengan cerita ini?

“YunJi, kau di sini…” sahut Sunyoung lalu mengamit tanganku dan berkata “kau membaca apa?”

“Bukan apa-apa, dan bukan urusanmu.” Seru seseorang dengan suara sepertiku. Siapa dia?

“Aigoo~ Aku hanya bertanya” Sunyoung mengerucutkan bibirnya lalu berlalu, ada apa ini? Sunyoung itu bukan aku!!

***

‘ ‘Anak itu’ seorang perempuan, dan dia memiliki sebuah garis tipis berwarna hitam di sebelah nadi kananya. Dia juga mempunyai lingkaran yang berpusat di selikat kirinya dan ‘dia’ memiliki kelebihan tersendiri’ garis hitam? Lingkaran? ‘dia juga bisa sembuh dengan cepat, dan dia akan lebih pintar, lebih cepat dari manusia biasa, bisa dibilang dia sempurna.’ Ok! Aku mulai takut. Dalam cerita ini seperti menggambarkan kisahku. Aku mempunyai garis hitam serta lingkaran itu, Aku juga yah bukannya sombong tapi memang bisa dibilang aku sempurna. Aku orang korea asli, tapi mataku bulat, kulitku putih –sedikit pucat, aku dapat dengan mudah beradaptasi. Dan mudah bergaul kalau aku mau, mungkin sekarang aku sudah menjadi model… Apakah mungkin?

“Tok.. tok”

“YunJi kau masih bangun?” Tanya umma, membuatku tersentak lalu menyembunyikan buku ini,

“Ne umma… Wae?” tanyaku

“Aniyo, ada 2 namja yang mencarimu.” Ah pasti itu Minho dan Key… Mereka sangat cemas saat aku pergi kuliah tadi. Padahal aku cuma 2 hari tidak kuliah, dasar=.=

“Annyeong YunJi-ah” seru sebuah suara mariton membuatku bergidik “kami mengganggu?”

 

 

 

~TBC~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s