Mistake

            “Gomawo~” serunya pelan sambil menarik tanganku, aku tersenyum.

            “Mwo? Gomawo untuk apa?” tanyaku, kini aku mengelus kepalanya pelan, dia berhenti berjalan dan menatapku, kedua matanya yang indah kini sudah berlapiskan air mata.

            “Gomawo, gomawo sudah mengerti aku. Kau mendengarkan segala keluh kesahku. Aku menyuruhmu berhenti bermain basket dan kau berhenti padahal kau sangat menyukai basket. Kau benar-benar menuruti semua permintaanku. Kau benar-benar membuatku senang… Namun aku? Tak pernah sekalipun aku membuatmu senang. Aku selalu membuatmu susah, menderita. Tak sepantasnya aku bersamamu~” ujarnya panjang lebar. Air mata mulai menuruni kedua pipinya. Aku terpekur sebentar sebelum akhirnya dapat menelaah apa maksud pembicaraannya, kemudian aku berjalan melangkah menjauhinya dan mengambil sesuatu yang memang sudah kusiapkan.

            “Ini buatmu Yul~” ujarku sambil menaruhnya di kedua tangan Yuri. Yuri menatapku bingung sambil menatap barang yang baru ku kasih.

            “Bunga Gerbera?” ujarnya memastikan. Aku mengangguk pelan “Ada apa? Bukannya ini cuma rumput liar yang tetap tumbuh walau diinjak berkali-kali?” aku tertawa pelan lalu menggenggam sebelah tangannya

            “Ne… Itu memang rumput liar yang seperti kau katakan. Namun sebenarnya ini adalah bunga yang memiliki kesederhanaan, jujur… Tidak berpura-pura, seperti kamu. Kamu yang aku cinta dan terus aku cinta. Apapun yang kamu minta akan aku lakukan, agar aku bisa bersamamu. Karena aku mencintai kamu. Apapun itu.” ujarku. Yuri menatapku dalam sebelum akhirnya menangis di dalam pelukanku. “Menangislah~ Karena belum tentu kita bisa seperti ini lagi” bisikku.

***

~Yuri POV~

Aku berjalan pelan ke arah kamar 401. Seperti biasa aku mengunjungi Minho. “Minho-ah, aku…” ucapanku tertahan saat melihat kamar yang sudah rapi. Seolah kamar itu tak berpenghuni. Di tengah-tengah kasur terdapat 3 buku yang sering Minho baca dan setangkai lili kuning. Ada apa ini?

            “Yul~ Kau sudah datang.” ujar Ahjumma, aku membungkuk

            “Minho dimana ahjumma?” tanyaku, ahjumma hanya terisak pelan,

            “Dia mengambil operasi itu hari ini Yul. Dan dia~ dia~ hiks… Dia sudah mendahului ahjumma. Dia sudah pergi.” ujar ahjumma. Aku tersentak. Tanpa kusadari tetes demi tetes air mata sudah keluar dari mataku. Mwo? Mwo? Wae!! Kenapa dia tidak memberi tahu kepadaku? WAE?!!

Aku terduduk, Minho babo! Minho babo! Kenapa kau lakukan ini padaku! KENAPAAA!! Bahkan aku belum membuatmu bahagia! Bahkan aku belum membuatmu tersenyum! Kenapaaaa!! KENAPAAAA!! Aku makin membencinya saat ahjumma memberikanku secarik kertas “Bukalah. Itu dari Minho.” aku segera membukanya, dan ada sebuah kalimat yang membuat hatiku semakin sakit ‘Tetaplah hidup Yuri. Saranghae~’ “Haha… Anak itu, mungkin itu adalah kata-kata yang sangat dia inginkan juga. Yuri~ Terima kasih sudah menjaga Minho selama ini. Mianhae kalau Minho tidak bisa men~”

            “Aniyo! Justru seharusnya aku yang berterimakasih! Kamsahamnida! Kamsahamnida! Kamsahamnida ahjumma! Kamsahamnida karena telah melahirkan dia! Kamsahamnida~” ujarku sambil terus membungkuk, aku tidak peduli air mataku yang jatuh. Aku tidak peduli. Semua~ Semua untuk Minho.

            “Yul~”

***

Aku berjalan terseok-seok… Minho~ Apa kau sudah di langit sekarang? Apa kau melihatku sekarang? Apa boleh aku memaksamu tidak di sana? Apa boleh?

Pikiranku terus berkecamuk. Entah apa yang aku harus lakukan sekarang tanpa Minho.

Minho~
BUUGH~!!
            “Aaw.. Ah, mianhae dongsaengi~ gwaenchana?” tanyaku karena tidak sengaja menabrak seseorang. Anak itu meringis lalu menatap bunga yang di genggamnya. Bunga Gerbera~

            “Ya! Kalau jalan hati-hati! Untung bunga ini tidak rusak!” ujar anak itu, aku tidak bisa menjawab apa-apa, mukanya mirip sekali dengan Minho…

Mungkinkah? Minho? Mungkinkah kau mengirimkannya untukku?

~End~

5 thoughts on “Mistake

  1. annyeong gigit!!
    Baru tau wpnya gigit.. Jd baru buka deh hehe
    ffnya keren2..
    Itu yg remember blum ada klanjutannya? *readergksabaran
    tp baru baca yg part 5 sih..

    Pokonya daebak!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s